Oookay—sebut Levina pengacau suasana yang sebetulnya daritadi tenang-tenang saja sampai pada akhirnya seorang pengacau bernama Levina Illeane Vanessa Escàrcega datang dengan suara cemprengnya yang alamakjang pasti bisa membuat tetangga sebelah bangun dari tidur ditambah mimpi indahnya mengenai jadi jutawan dalam waktu satu—dua—tiga detik! Toh ya, Levina kesini juga ingin bersenang-senang kok. Mungkin sayangnya saja orang yang diajaknya bersenang-senang di sore hari yang cerah—dengan semburat jingga yang masih bertebaran pertanda kalau matahari disana masih tersenyum dan masiiih membayangkan hari esok yang indah—eh back to topic—mungkin saja orang yang diajaknya itu memang tidak sedang ingin bersenang-senang mungkin? Atau mungkin tidak suka dengan kelakuan Levina? Heihooooo—Levina itu anak yang baik, tidak sombong, rajin menabung, lalalala—jadi tidak mungkin ya orang lain tidak suka dengan Levina.
"Mm-hm—memang indah," —mengangguk penuh semangat— "kakakku ada didalam, membaca koran Daily Prophet mungkin. Ngomong-ngomong namamu—Rhett? Namanya keren!" aquamarine-nya menatap safir milik laki-laki yang sopannya wuiiihhh mirip Dimitri itu dalam-dalam. Keren loh matanya. Kemudian anak laki-laki yang tadi ia pandang itu—waktu ia menyenggol anak laki-laki yang lainnya itu loh—kata-katanya ketus. Puh, kalau memang suara Levina seperti ini ada apa sih? Nih ya, Levina
bilangin, Dimitri saja ya yang terkadang sekilas mirip anak lelaki yang itu—yang tadi kalau tidak salah dipanggil
Lucy(?) oleh si Rhett itu—tidak pernah tuh mengeluh kalau suaranya cempreng atau mirip penyanyi opera atau apapun deh. Dimitri tuh baik, tidak seperti dia yang ketus mampus. "Sepertinya akan terasa lebih indah lagi kalau kau tidak berlaku sinis seperti tadi, tuan." Eaaaaaah—nada baik dibalas dengan ketus? Ketusnya dibalas lagi dengan ketus.
Yealah, yang ada juga kebaikan dibalas kejahatan, Lev.Oh terus juga.. Sepertinya perempuan yang baru saja menanggapi salamnya tadi sama ramah dan sopannya dengan laki-laki yang namanya Rhett itu tadi. Jodoh mungkin? Atau memang sudah jodoh? Eh tapi, jodoh kan mana ada yang tahu selain Tuhan sendiri? Serius, siapa tahu mereka berdua itu cocok menjadi pasang—EH BENAR JUGA KAN!? Sepertinya baru saja Rhett menanyakan tentang 'do-you-miss-me' pada perempuan itu kemudian dijawab 'I-do' seperti layaknya seorang laki-laki yang mau melamar pacarnya atau menembak
kecengannya begitu deh. Levina benar-benar perusak suasana disini, sepertinya. Ah, maaf ya..
Ada yang datang lagi doooong. Laki-laki, rambutnya merah—Levina tidak mengerti ya itu rambut merahnya asli atau hanya dicat saja, habisnya banyak juga sih perempuan yang ingin mengecat rambutnya. Ada yang ingin warna merah, biru, ungu, aaaah segala macam deh. Lagipula Levina juga tidak mengerti kenapa orang ingin mengecat rambutnya—pake cat tembok atau bukan? BAH, sembarangan kau Lev. Tadi dia menanyakan apa? Mereka penyihir? Ah memangnya mana ada yang tahu sih kalau diantara mereka adalah penyihir. Apalagi Levina—eh justru Levina itu ada bakat terpendam menjadi seorang penyihir, betul tidak sih? Makanya ia disekolahkan di Hogwarts. Bukan di Claremont High School seperti yang pernah diprediksikan oleh kakaknya yang kini menanggung biaya hidupnya. Ibunya? Maaf deh ya, sepertinya dia terlalu sibuk dengan urusannya tuh. "Coba tanya sama mereka deh,
cowok-rambut-merah. Hihihi.." dengan seenaknya, ia bergaya lagi seperti anak inosen yang tidak tahu apa-apa. Ciri khasnya kok. Wahahaha..
Labels: friends, leaky cauldron, levina