Cari kompartemennya nanti saja ah.
Sepertinya terasa barusan saja Levina bertemu dengan pacar kakaknya yang sekarang. Sepertinya terasa baru beberapa detik lalu tangan mungilnya berjabatan dengan tangan kasar-kasar lembut—bah, kata-kata apa lagi itu, Lev?—milik seorang Anno Montez. Dan entah kenapa, Levina merasakan euphoria yang berlebihan karenanya. Idih, bagaimana tidak ya coba, saudara-saudara sebangsa setanah Inggris Raya? Pacar kakaknya itu.. GANTENG! Waktu di Leaky Cauldron sama di Diagon Alley kemarin sih memang sepertinya banyak juga laki-laki tampan yang bertebaran sepanjang dunia sihir yang ia temui pertama kali itu, tapi kan kalau yang lain tidak sampai berjabatan tangannya. Di toko tongkat misalnya, ia kan hanya dilayani saja. Kemudian di jalanan Diagon Alley, dia kan hanya menonton mereka mengamen saja—laki-laki gantengnya disana sampai ada dua segala! Wahahaha.. Levina berasa seperti ada di surga deh sekarang.
Tapi sekarang Levina sudah berada didalam Peron 9 ¾ yang waktu ditanyakan kepada beberapa orang yang lain, mereka hanya tertawa. Aslinya, Levina juga tertawa sih. Habisnya, mana ada peron 9 ¾? Biasanya kan yang ada hanya peron 9 sama peron 10, tidak ada yang sampai ada tiga per empatnya segala. Tapi, waktu ditanyakan lagi kepada pacar kakaknya yang ternyata memiliki darah setengah penyihir itu—Halfblood kan ya, kalau kata orang lain tuh?—benar ada. Astaga, Levina juga sampai kaget juga sih waktu mendengarnya. Antara ingin ketawa sama ingin kaget bercampur antusias. Tapi sekarang yaa Levina sudah membuktikannya sendiri kalo peron itu memang benar ada. Buktinya ia sedang berdiri didalam sini, ditengah keramaian yang sama ramainya dengan di Diagon Alley kemarin, didepan kereta besar bertajuk Hogwarts Express.
Aquamarine-nya masih menatap tercengang kereta besar itu. Eh asal kalian tahu saja sih ya, selama ini Levina jarang menggunakan transportasi yang katanya cepat ini. Ia lebih sering naik mobil sih bersama Savana kalau pergi kemanapun, jadinya tidak pernah merasakan naik kereta sekalipun. Katanya sih ya, biar Levina juga tidak mabok seperti dirinya yang katanya suka mual-mual sendiri kalau naik kereta. Lagi hamil ya? BUKAN! Savana juga belum menikah kaliii.. Kalaupun mau menikah, Levina pastikan agar kakaknya menikah dengan si Montez itu. Habisnya ganteng sih, kan Levina juga ingin punya kakak ipar yang ganteng. Hihihi.. Eh tapi kan kalau sudah menikah biasanya mencari rumah lain ya? Berarti Levina ditinggal sendirian dong di rumahnya sekarang. Kepalanya menggeleng-geleng pelan selama kaki mungilnya menapak masuk kedalam kereta besar itu. Levina tidak mau ditinggal sendiri, apalagi sejak orang tuanya—ARGH, jangan dibahas dulu kenapa sih!?
Maklumlah, saudara-saudara. Levina agak sensi kalau membicarakan orang tuanya.Nah, sekarang kan Levina sudah masuk tuh kedalam kereta menuju Hogwarts ini. Perasaannya? Biasa-biasa saja tuh. Terlebih lagi setelah keretanya mulai berjalan sedikit demi sedikit. Ternyata Levina memang tidak sama dengan Savana. Yeay! Levina tidak pernah mabokkan kalau sedang menaiki kendaraan. Waktu naik pesawat British Air menuju Spanyol saja—waktu ia sempat pindah sekolah sebentar selama tiga bulan karena kakaknya pindah tugas untuk tiga bulan pula—ia tidak merasa ada mau mual ataupun muntah, tapi memang dasar kakaknya saja sih ya yang aneh. Wakakakak. Dirinya hanya berdiri mematung di koridor gerbong kedua atau ketiga gitu.. Habisnya dirinya bingung mau masuk kompartemen mana sama malas juga sih. Habisnya tidak dikasih tau Levina akan masuk koridor mana. Soalnya di tiketnya saja—eh kereta ini ada sistem tiket-tiketnya kan ya?—tidak tercantum ia duduk dimana. Tidak seperti di pesawat, pesawat sih memang lebih enak. Ngomong-ngomong, setelah masuk kedalam kereta ini, ia merasakan ada sesuatu yang hilang dari pegangannya. Koper, tas kecil, RADIO! Levina kan sebetulnya kalau kemana-mana suka mendengarkan radio. Apalagi Capital Radio yang penyiarnya kacangan tapi suaranya masih menempel dibenaknya. Aaaaaahh—siapapun bawakan Levina radio dong!
Halah—dasar Levina aneh..Labels: friends, hogwarts express, koridor, levina