Iya iya iyaaa—salahnya sendiri sih ya meninggalkan benda kesayangannya itu di kamarnya. Habisnya dia pikir nanti di sekolahnya itu akan ada radio juga—sekolah mana sih yang tidak menyediakan radio? Itu namanya ketinggalan zaman tahu! Di sekolahnya saja kalau sedang istirahat guru piketnya selalu menyalakan radio. Aihh—Mrs. Kelsie memang baik deh, biasanya kan dia suka mengajaknya ke ruang tempat beliau bertugas dan memasang radio sampai jam istirahat selesai. Oke, sebut Levina aneh kali ini—saking kangennya sama radio jadi begini nih. Levina begooooooo
banget. Pastinya banyak sih yang bilang begitu. Mungkin orang yang ada diujung sana juga—iya diujung situ masa kalian tidak lihat? Mata kalian katarak mungkin, wakakakak—menganggap gadis kecil ini terlihat
blo'ondengan tampang inosen khas Levina Illeane Vanessa Escàrcega yang super duper baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung ini. Nyahahaha..
"What are you doing here? Kenapa tak masuk ke kompartemen?"Huaaaaaaaaa—ada laki-laki menyapanya. Sumpah deh ya, selain Dimdim, tak ada lagi anak laki-laki yang pernah menyapanya seramah ini. Eh, laki-laki itu malah langsung duduk disebelahnya. "Cuma ingin lihat-lihat keluar saja kok. Lah—kau sendiri
ngapain—"
"Aku duduk di sini boleh ‘kan?""—disini? Loh kenapa tidak duduk di kompartemen saja?
Orang aneh dasar.." dahinya mengkerut beserta alis matanya. Aquamarine-nya menatap keheranan anak laki-laki itu. Perasaan dia itu baru keluar dari kompartemen entah nomor berapa kesekian-sekian itu, teruuuuuuus buat apa dia kesini coba? Sudah deh, jangan diperdulikan orang aneh macam itu. Paling nanti kalau Levina bertemu dengan Jammie ia bakal menceritakan hal aneh itu padanya. Nah sekarang pertanyaannya: MANA JAMMIE!? Perasaan daritadi ia berada disini, ia tidak melihat batang hidung teman pertamanya itu. Apa dia sudah dapat kompartemen ya? Barangkali juga sih. Habisnya ia tidak berlalu lalang di sekitar sini seperti.. Dua orang laki-laki bertubuh lebiiiiiih tinggi darinya melewati dirinya dan berbincang-bincang entah apapun itu topiknya. Sekilas ia seperti mendengar kata-kata Kau-Tahu-Siapa
yang legendaris1 itu. Halah—ada-ada saja deh kata-katanya Levina sekarang.
"Eh eh, mereka siapa sih? Tahu
nggak—err—siapa namamu sih?" Levina kini ikut-ikutan duduk disamping laki-laki itu. HEH, mereka bukannya mojok seperti yang dilakukan kakaknya dengan si Montez ganteng itu sebelum ia berlari melintasi peron 9 ¾ tadi ya. Eeeehh—pertanyaannya belum dijawab juga, ada seorang perempuan mendatangi mereka. Menanyakan anak perempuan kecil yang rambutnya coklat kepirangan yang kalau jalan suka melompat-lompat—seperti kodok ya?—dan Levina memiliki sugesti kalau yang dimaksud perempuan itu tadi Jammie. Lah ya, mana Levina tahu sih? Ah tapi, Jammie kan kalau jalan biasa saja kan? Tidak melompat-lompat seperti kodok
ngorekdipinggir kali teok-teok-tekdung itu kan? Oke, coret nama Jammie dari option asal-asalannya. "
Jammie apa bukan ya? Ehh—tidak tahu—err—kakak! Sumpah!" ujarnya sambil mengacungkan kedua jarinya yang membentuk huruf V sambil nyengir inosen—lagi dan lagi.
Eh berguncang-guncang begini, sudah berhenti keretanya yah? Sudah sampai? Tapi kok dingin begini jadinya ya?
OoC: 1kartu credit buat KUSO =))Labels: friends, hogwarts express, koridor, levina