—Lev, duren itu apa coba?Eh serius deh ya, Levina sebenarnya juga tidak tahu
duren itu apa. Tadi itu dia hanya asal ngomong saja, soalnya yah Levina sendiri juga tidak tahu mau berinteraksi seperti apa dengan si laki-laki itu. Dan—
bingo!—ia berhasil mengikuti gaya bicara penyiar radio
95.8 Capital FM London yang slogannya 'London's number one hit music station' itu loh, masa kalian tidak tahu? Pokoknya yah bagi kalian yang suka mendengarkan radio, wajib deh mendengarkan radio ini—meskipun penyiarnya rada kacangan menuru Levina, ohohohoho.. EH, ini kenapa Levina berasa jadi penyiar radio
beneran ya? Bisa-bisa nanti ia menyuruh produsernya memainkan lagu I'll Be There-nya Jackson 5 sembari break sejenak. Nyahahaha..
Jangan bilang kalian tidak tahu lagu itu ya? Levina yakin diantara seantero orang di seluruh dunia pasti tahu lagu tersebut. Yaiyalah, bagaimana tidak coba? Lagu itu kan memang top 100 versi Billboard, tahu! Eh benar apa tidak sih ya? Ah, awas saja kalau penyiar radio kacangan itu berbohong. Pulang-pulang dari Hogwarts, akan dimantrai oleh Levina loh! Iya kan? Levina itu kan kata kakaknya adalah calon penyihir terhebat sepanjang masa seperti kakaknya—maksudnya ia bakalan bekerja di majalah Playboy juga? AH, JANGAN DONG! Levina punya mimpi yang bahkaaaan lebih kereeeeeeen daripada hanya sekedar mematut diri didepan kaca sembari berkata 'kau-memang-cantik' dengan penampilan yang tidak dapat diduga—pipi merah merona, bulu mata lentik, bibir merah sexy, gaya rambut Victorian mungkin—gyaaaaah! TIDAK MAU!
"Ha? ADA DUREN? MANA?"
"Levina—menurut Jammie, gelas adalah gelas. Bukan duren. Berarti dia ketiban gelas, bukannya duren."KATA PERTAMA—lagi: GAAAHHH.
Jammie datang! Jammie datang! Jammie dat—STOP! Teman pertamanya di Hogwarts itu datang kesini juga rupanya. Apa mungkin sih pesona dari laki-laki yang satu itu sampai mengundang perhatian banyak orang seperti ini? GAH, capek deh. "Duren yah?" —tangan kanannya menggaruk bagian kepalanya, bingung juga. Huakakakaka.. Aquamarine-nya langsung beralih kearah coklat kayu-nya Jammie— "oh! Memangnya kau tahu
duren itu apa ya? Padahal tadi aku hanya asal ngomong sih, hehehe.." ujarnya mengakui pada Jammie. Yeah, mungkin saja tahu kalau Jammie tahu
duren itu apa! Sepertinya ia harus mulai meninggalkan penyiar radio kacangan yang suaranya hampir mirip sama salah satu personel Jackson 5 itu—Levina ingin terbang ke surga jadinya (HALAH!)—dan lagian, belum tentu juga sih di Hogwarts ada radio. Nyaaahh, sekolahnya payah nih ah.
"Tapi Levina barusan sebut-sebut soal duren, wahai Morgan!—berarti benar ada duren, kan, disini?" itu tuh katanya si anak laki-laki yang ternyata memiliki wajah seperti orang India. GAH, dia memang orang India kan? Eh, entah deh ya. DAAANN—dia kenal Levina? Sok kenal kali. Ah, dibalas saja dengan sok kenal lagi. Lumayan kan, sekalian berkenalan. Kadang-kadang Levina pintar juga—EEHH, otaknya masih konslet atau bagaimana nih? Sudah merasa mendingan mungkin yah? "Eh, Arya. Coba deh tanya ke kakak perempuan yang ada disitu. Aku sarankan nih ya, kau bertanya kepada anak perempuan yang rambutnya pirang mendekati kecoklatan disebelah situ tuh. Orangnya baik loh!" tukasnya sambil nyengir. Yaelah, Lev. Disitu banyak juga kali anak perempuan yang rambutnya pirang mendekati kecoklatan seperti itu. Contohnya nih, Jammie. Iya kan? Rambutnya itu loh, pasti mirip sama pegawai yang kemarin itu.
Dan pesona si anak laki-laki India ini tidak hanya sampai disitu. ADA YANG DATANG LAGI!—meskipun dia datang hanya untuk menanyakan harga pancake tersebut sih. Orangnya—serem dooong. Kaku begitulah bicaranya. Ih sumpah, Levina jadi ilfil sama orang yang satu itu. Dan ada yang datang lagi—ckckck. Kali ini orangnya datang dengan kesan anggun. Rambutnya murni pirang menjuntai kebawah—kalau salah, salahkan mata Levina, oke? WAIT, sepertinya dia kenal orang yang satu itu nih. Dia itu kan kalau tidak salah—KALAU TIDAK SALAH, sok kenal pun tidak apa-apa sih, nyehehehe—orang di kerajaan Britania itu kan? Correct me if I wrong—eaaaah, mirip penyiar radio kacangan lagi deh dia. Harusnya dia sekarang memanggil kakaknya kesini, soalnya katanya kakaknya itu dia ingin mewawancarai orang kerajaan tersebut. Deadlinenya juga entah berapa lama lagi, yang jelas masih lama. Eh iyah, kakaknya belum kembali ya?
OY SAVANA, KAU KEMANA SIH!?Labels: friends, leaky cauldron, levina