Fyuuhh—sampai juga deh Levina disini. Iyah, ini namanya kalau tidak salah tuh Hogsmeade. Soalnya si kakak ganteng Montez itu pernah bilang sama Levina kalau nanti ia akan diturunkan disana dan katanya juga sih akan ketemu dengan raksasa—tapi entahlah kalau katanya tingginya sebesar Montez itu—okeoke, sebut namanya Anno deh—pokoknya katanya yang pasti badannya tinggiii terus besaaaar seperti raksasa. Atau mungkin mirip fosil Phycantropus blablabla—Mr. Franklin ngomongnya cepat sih kalau sedang mengajar tentang sejarah kehidupan manusia di sekolahnya dulu. Akhirnya nilai dia pas-pasan deh. IH, tapi biarin. Sekarang kan Levina sudah akan bersekolah di Hogwarts, jadi ia tidak akan bertemu dengan guru berjenggot tipis yang suka ngomong cepat mirip kereta express itu—no hard feelings dong ya. Kembali ke topik pembicaraan semula. Levina sudah sampai tuh di stasiun kereta Hogsmeade dengan selamat. Untung loh ya dia tidak diserang oleh makhluk seprai terbang itu. Habis katanya menyeramkan kalau sampai kena cegatnya. Bisa-bisa ia mati deh—memangnya ngomong-ngomong makhluk itu namanya apa sih?
NAH ITU KAN ORANGNYA—ajegile, ternyata benar apa yang dikatakan Anno Montez padanya. Badannya besar, suaranya besar, hatinya juga besar dong kan ya? Sebesar lapangan sepakbola mungkin?
Hush, jangan ngawur—iya deh iyaaaaa. Setidaknya ia tidak semenyeramkan para makhluk di kereta tadi loh. Raksasa itu bedaaaa sekali sama makhluk seprai berterbangan dan beberapa makhluk bertopeng yang banyak orang serukan—jerit-jeritan seperti itu maish terdengar loh di telinganya. Wah, itu sih seperti bukannya menjerit ketakutan kali ya, mungkin karena kedatangan seorang John Lennon atau Michael Jackson ataupun lagi Aretha Franklin—astaga, mereka tidak akan bisa melihat sekolah sihir Hogwarts disitu kali ya? Iya tuh disitu, puncaknya saja hampir kelihatan. Raksasa itu menyuruhnya untuk berpegangan pada teman yang ada disebelahnya. Aishh.. Levina maunya sama Jammie. Wakakakak.. Habisnya bagaimana ya? Pertama kali kenal juga rasanya langsung dekat begitulah. Bisa disebut mereka tuh sahabat sejati atau
kental1—apaan sih Levina ada-ada saja deh.
"—Tiga!" begitu ia mendengar kata tersebut ia langsung berlari tanpa kenal takut sekalipun. Iya dong, soalnya katanya sih di Hogwarts itu aman terkendali dari makhluk-makhluk yang tidak diinginkan—ceilah, pasti dapat kata-katanya dari Dimitri deh. Hahaha—eh ngomong-ngomong ia malah langsung ketemu sama nenek penyihir. Katanya disini aman terkendali, nenek penyihir saja sampai masuk kesini, apa kata dunia?
2 Eh, ternyata Profesor Mi—mi—McGonagall lah, susah menyebutkan namanya secara panjang. Itu deh ya pokoknya, Profesor McGonagall itu katanya wakil kepala sekolah Hogwarts. Lah, kepala sekolahnya dimana dong? Ah ya sudahlah tak perlu dibahas. Mereka katanya disuruh baris dua-dua,
capek deh. Tapi ya ikuti saja deh kalau mau ikutan seleksi asrama. Hihihi..
Sampailah mereka di ruang makan yang besaaaar sekali. Levina juga bersama yang lainnya juga dijadikan pusat perhatian. Hayah, serasa melihat artis baru datang ke Hogwarts ya? Hihihi.. Bercanda kok. Eh tapi, aquamarine Levina malah meneliti keadaan jubahnya. Namanya sip, kebersihan sip, emblem? Belum punya kan? Langkah kaki mungilnya mengikuti beberapa anak yang berbaris di depannya. Sepertinya akan mirip kereta kalau kalian lihat dari sudut ruangan sebelah kanan sana. Atau kiri? Ah sama saja sih sepertinya. Kemudian berhenti, hampir saja Levina menabrak orang yang ada didepannya. Maniknya mulai melirik-lirik kearah anak yang ada dibelakangnya sedang membaca buku apalah itu. Levina tidak suka membaca buku sih, lebih suka dengar radio. Haha.. Apalagi kalau bukunya tebal-tebal, hidiiihhh maaf saja deh ya. Paling kalau main detektif-detektifan, nah itu baru Levina suka. Saking bosannya duduk di kursi panjang, ia sampai memain-mainkan kesepuluh jari tangannya. Membentuk burung, singa, anjing.. Levina sih sukanya yang bentuk singa soalnya keren. Katanya disini ada asrama yang lambangnya singa? HUWAAAAAAH—mau tuh masuk kesana—eh tapi jangan berharap banyak dulu soalnya katanya yang akan menyeleksi itu topi yang sedang bernyanyi itu. Iya, yang sedang bernyanyi entah apalah maksudnya itu. Biarkanlah.
"Escàrcega, Levina Illeane Vanessa."Itu nama panjangnya, kalau kalian belum tahu. Kira-kira Profesor McGonagall belibet tidak yah mulutnya ketika membaca nama lengkapnya selengkap-lengkapnya itu? Ia langsung bangkit dari duduknya—bukan bangkit dari kubur, itu hantu namanya, kalau ini manusia—dan berjalan kearah topi yang sama anehnya dengan potret dalam Leaky Cauldron itu. Oke, mari kita jabarkan keempat asrama yang akan menjadi calon tempat tinggalnya nanti selama di Hogwarts. Slytherin, asrama tempat anaknya ambisius dan licik. Serius, Levina tidak pernah merasa seperti itu. Apalagi kata anak-anak yang lain, Levina tidak pernah licik kok. Ravenclaw, asrama para
nerdus3. Sudah pernah bilang kan kalau Levina tidak suka membaca buku? Terlebih nilainya suka pas-pasan. Hufflepuff, asramanya para bijaksana dan ramah. Ramah sih iya, cuma Levina tidak bijaksana. Terlebih dengan letak asramanya yang katanya ada di bawah tanah. Gryffindor, para pemberani dan petualang masuknya kesini. Cocok juga tuh. Tapi Levina agak sedikit penakut—sedikit loh ya, tidak banyak.
Jadi Levina masuk kemana, topi seleksi? "Ayo dong, topi seleksi, Levina jangan dimasukkin ke asrama yang aneh-aneh ya?" ujarnya dengan nada rendah dan sedikit memohon. WOGH—sejak kapan Levina jadi begini ya?
OoC: 1credit buat Indra =)) 2credit buat film Nagabonar Jadi 2 =)) 3credit lagi buat Kuso =))Labels: hogsmeade, hogwarts, kastil, levina, seleksi asrama