[Masih Reno P. Bloomberg si kakak ganteng xDD]"Yep, Hawthorn. 23,5 senti, inti surai unicorn Uzbekistan, 32 Galleon 16 Knut,"Astaganagabonarjadiduaaaa—bilang kalau Levina bermimpi dong! Bilang kalau yang melayani Levina tadi adalah seorang pegawai laki-laki yang tampan mampus dengan tinggi yang lumayan oke untuk seorang laki-laki ganteng. Dan juga, bilang kalau misalnya orang itu bukanlah mimpi, dia tidak tersenyum. Gaaaaaah—sumpah deh ya Levina sendiri juga melongo ketika laki-laki yang tadi itu tersenyum padanya dan mengalihkan perhatiannya kepada anak-anak yang lain. Humm.. Beruntung juga sih sebenarnya karena tidak ada kakaknya di sampingnya—dia kan sedang diluar dengan tas Louis Vuitton kesayangannya. Paling-paling juga ia sedang pergi mencari telepon umum lagi mungkin. Sumpah, kapan sih kakaknya tidak bisa jauh dari yang namanya telepon? Di rumah saja ya, ia bisa menonton tv sambil menelepon entah siapa disana sampai berjam-jam. Kakaknya cerewet memang, tidak seprti Levina yang kalem.
Ngomong-ngomong pegawai laki-laki yang tadi—cuma mimpi kan?
Lev, itu bukan mimpi loh!Eaaaaaah—mungkin tidak ya kalau pegawai ganteng tadi bersekolah di Hogwarts seperti dirinya juga? Ah, Levina mau
ngincer nih masalahnya. Wakakakak.. Bohong kok bohong. Siapa tahu juga sih kalau pegawai ganteng tadi sudah punya pacar atau tunangan atau sudah menikah—HUSH, jangan ngaco kau!—meskipun ada benarnya juga sih ya. Aquamarine-nya masih mengikuti kemanapun si pegawai ganteng itu pergi—setelah tadi menghampirinya dan memberinya kotak tongkat Hawthornnya DITAMBAH senyuman yang terkembang dari bibir si pegawai ganteng. Gaaahh—bisa diulang lagi tidak sih yang tadi?—ah ngaco lagi kau! Kedua tangannya kini memegang kedua ujung 'calon' tongkatnya tersebut. Untuk pertama kalinya dirinya memegang tongkat sihir yang ternyata tidak hanya ada di dunia dongeng, saudara-saudara sebangsa setanah Inggris Raya!
WHOOSSHH!!
Tenang, saudara-saudara! Itu tadi bukan apa-apa kok. Itu hanya suara pikirannya saat kedua tangan mungilnya memegang kedua ujung tongkat itu.Satu kalimat: LEVINA SUKA TONGKAT INI! Bagaimana tidak? Ketika dipegangnya saja sudah enak, apalagi kalau misalnya nanti dipakai ya? Pasti keren! Ia bisa menyihir ini itu—tapi bagaimana mantranya ya? Kan kalau di cerita dongeng itu suka merapalkan mantranya dulu, baru sesuatu yang kita sihir bisa menjadi seperti yang kita inginkan—okeoke, itu sih sebetulnya cerita dari Dimdim yang suka menonton cerita dongeng setiap jam makan malam selesai. Levina sih boro-boro menonton tv, kan direbut oleh kakaknya. Makanya ia lebih suka mendengarkan radio! Eh ya, sekarang tinggal membayarnya kan? Tadi berapa sih harganya? OH YA, 32 galleon 16 knut. Tangannya merogoh saku celananya dan—
bingo!—tidak ada uang knut satupun. Iyalah, soalnya tadi waktu keluar dari Bank Gringotts ia langsung pergi kesini kan? "Eh, kak, aku kasih 33 galleon, tidak apa-apa kan? Tidak ada uang Knut nih. Kembaliannya nanti saja kalau kita ketemu lagi. Boleh?" ujarnya inosen, tangan kanannya menaruh kepingan emas sebanyak 33 galleon itu diatas meja. Yah, Lev, bilang saja kalau ingin bertemu lagi sama dia, soalnya dia memang ganteng dimatamu. Iya kan? Ah tak perlu dibahas deh ya. "Dadah, kak! Terima kasih sudah melayaniku ya!" kaki kecilnya langsung keluar dari toko tersebut.
Levina mesem-mesem sendiri loh saat mau keluar—membuat orang lain yang masuk merasa aneh dengan Levina. Ah biarin deh, Levina lagi senang ini, habis dilayani pegawai ganteng. Hihihi..
OUT. MakasihkakakRenogantengudahmaumelayaniLevina xDDLabels: diagon alley, levina, toko tongkat ollivander