SELAMAT SORE, KAWAN-KAWAN SEHOGWARTS RAYA! Yap, bisa kalian lihat disebelah sana, semburat jingga menghiasi pemandangan langit sore ini dengan diiringi dengan burung-burung yang berterbangan menuju sang rajanya siang. Iya, raja siang sekarang mau istirahat dulu. Tapi kenapa burung-burung itu tetap mengejar matahari ya? Apa mungkin burung-burung tersebut tidak ingin pergi dari hadapan mereka? Ya ampun, padahal kan besok bisa bertemu lagi seperti biasa, dengan cahaya teriknya yang luar biasa menyemangatkan Levina. Nah, bicara soal Levina, kalian tidak melihat sang gadis cilik dengan rambut hitam kecoklatannya yang mulai kelihatan berantakan itu sedang berjalan kearah mana? Yup yup yup, danau hitam.
Gadis cilik yang kini masih mengenakan jubah sekolahnya itu—yang kalau kalian melihat sendiri jubah itu kini hampir kotor karena tadi siang pakaiannya itu ketumpahan jus labunya sendiri—mulai melangkahkan kakinya dengan ketukan seperti delman yang menumpangin banyak anak di pagi hari menuju salah satu tempat yang belum ia datangi itu. Mata aquamarine-nya mulai menatap keindahan langit sore yang ada disana. IYA, disana. Sejujurnya, Levina menyukai pemandangan langit siang hari, dimana matahari sedang terik-teriknya kemudian dikelilingi oleh awan putih dengan latar belakangnya berwarna biru cerah. Andai saja kalau langit bisa disentuh.. Aiiiihhh—dia ingin memeluk langit biru sekencang-kencangnya dan meminta untuk selalu menemaninya setiap saat. Euh, lagipula masih ada langit senja yang menghangatkan suasana. Betul tidak, kawan-kawan?
Ngomong-ngomong, dia jadi
kangen sama Dimitri.
Ahaha.. Benar saja
deh. Habisnya setiap sore, tanpa pernah absen sekalipun, Dimitri selalu mengajaknya bermain bersama di lapangan sepakbola untuk bermain sepakbola bersama atau tidak memancing di salah satu danau yang ada di lingkungan rumahnya. Kalau kalian mau tahu
sih ya, di tempat tinggal Levina itu banyak danau yang ada ikan-ikan kecilnya. Biasanya Levina sama Dimitri kalau sekalinya memancing, pasti dapat hasilnya banyak, nanti juga dikembalikan lagi
sih. Habisnya dimakan saja tidak bisa, apalagi dipelihara. Savana bisa mencak-mencak sama Levina kalau kedapatan membawa binatang selain Yorkshire Terrier miliknya sendiri di rumahnya. Padahal tadinya Levina berniat untuk memelihara Scottish Fold, cuma ya
gitu deh.
Ngomong-ngomong lagi, di danau lumayan ramai juga ya? Sepertinya Levina harus sering-sering datang ke danau untuk bermain bersama teman-temannya. Daaaaaaaaaan yang perlu kalian tahu lagi, banyak teman-temannya sedang berkumpul disini. Tuh disitu ada Lance, Zizi, Senior—err, siapa sih itu?—JoongBo, banyak pokoknya. "HAI SEMUA!" serunya riang sambil mempercepat langkahnya menghampiri mereka yang kini berada di pinggir danau, palingan mereka mau melihat cumi-cumi raksasa yang katanya hidup disana. Eh, Levina, awas jalannya hati-hati nanti kepe—
BRUKK!—leset.
Yah, telat.Aaaaaah—Levina ceroboh. Sepertinya nanti kalau ia berjalan lagi jangan terlalu dipercepat agar dia tidak jatuh tersungkur seperti tadi. Kalau kalian melihatnya tersungkur sekarang, mungkin mata kalian akan dengan telitinya menemukan luka lecet di kedua lututnya. Dia jadi ingat waktu bermain sepakbola bersama Dimitri. Dia kena lecet juga, cuma tidak separah ini. "Auuuww.." Sumpah, sakit
banget.
Labels: danau, friends, halaman, hogwarts, levina