Hari ini katanya ada KELAS TERBAAAANNNGGG!! Iya, serius. Baru tadi pagi ia mengecek jadwal pelajaran dan ia baru sadar kalau hari ini kelas terbang akan diadakan di lapangan Quidditch. Ia langsung ber-HIP HIP HORE! sendirian di kamarnya, mirip sama orang gila sebetulnya. Hahaha.. Tapi bukan berarti Levina betulan menjadi gila loh. Kalaupun misalnya iya, pasti dari kemarin apalagi sejak sebelum berangkat ke Hogwarts ia sudah dibawa ke Sayap Rumah Sakit (?) atau ke Rumah Sakit Jiwa deh. Hahaha.. Jangan berharap seperti itu. Levina kan masih merasa dibutuhkan disini—halah—dan lagi Levina juga sepertinya mulai merasa betah disini. Iyalah, siapa juga yang tidak betah? Hantu?
Ngomong-ngomong ia baru saja pergi dari Aula Besar untuk sarapan pagi. YEAH! Belum pernah Levina sesemangat ini—sebetulnya sudah sering sih, hanya saja kali ini Levina terkesan melebih-lebihkan saja. Masa kalian tidak ingat waktu Levina mau pergi ke Leaky Cauldron? Dirinya tidak bisa duduk tenang didalam mobil yang dikendarai oleh kakaknya. Kemudian apa kalian tidak ingat waktu ia dan kakaknya mau pergi berbelanja ke Diagon Alley? WUIH, sumpah, Levina girangnya bukan main. Kemudian waktu pergi ke stasiun yang ada peron 9 ¾nya itu loh. Hatinya makiiiin saja senang, tapi untungnya berhasil ditenangkan oleh pacar sang kakak yang dengan baik hatinya mau menceritakan tentang Hogwarts dan segala macam keajaiban yang ada didalamnya. Dan lagi waktu sampai di stasiun tujuannya, Hogsmeade kan kalau tidak salah? Yang waktu menggunakan portkey itu.
Ke-berlebihan-nya itu dimulai lagi hari ini.
Oh iya, Levina jadi ingat waktu pesta awal tahun kemarin. Katanya senior yang mata sebelahnya dicurigai buta itu—iya, senior Dawne kan?—ia mau mengajarinya bermain Quidditch. Iya, waktu senior Windstroke menawarkan pada mereka untuk mengikuti ujicoba Quidditch tahun depan. YAHOOOOYYY—Levina makin bersemangat saja.
Langkah kakinya makin diperlambat oleh Levina. Iya, dia sudah sampai di gerbang masuk lapangan Quidditch. Wah, sudah dibuka ternyata. Cepat-cepat Levina memasuki lapangan tersebut, dan ia disambut dengan lapangan hijau yang luasnyaaaaaa bakan lebih besar ketimbang lapangan bola biasa. Hmm.. Sepertinya ini lebih besar juga ketimbang lapangan Old Trafford-nya Manchester United F.C. dan juga Stamford Bridge-nya Chelsea F.C. Hahaha—begini-begini Levina juga sering menyaksikan pertandingan sepakbola, meskipun selanjutnya ia malah mendengarkan pertandingannya dari radio. Habisnya adaaaaaa saja alasan untuk kakaknya membajak tivinya. Ah yasudahlah. Tapi serius, kawan-kawan, lapangan ini besaaaaar sekali. Dan rumput-rumput juga masih hijau, seperti tidak pernah diinjak sebelumnya. Bukannya berlebihan lagi, kawan-kawan, tapi memang benar kalau kau tidak melihat sendiri kalau rumput-rumput disini masih terbilang hijau untuk sebuah lapangan. Mungkin karena Quidditch adalah olahraga terbang—yaiyalah, kalau terbang berarti tidak menginjak tanah kan?
Naaaaaaah—dia sudah datang dan gurunya belum ada ya? Ia baru bertemu sama seorang anak perempuan yang memakai bandana kuning, sepertinya sih anak Hufflepuff. Kemudian ada dua anak laki-laki juga. Sepertinya sedang asik mengobrol sih. Ya sudah, ia ajak ngobrol saja yang perempuan. "Eh, siapapun-kamu-namanya-aku-tidak-tahu, gurunya belum datang juga ya?"
OoC: Nyapa Till Scherzando >DLabels: friends, hogwarts, kelas, levina, terbang