Yah, belum juga pertanyaannya dijawab, gurunya langsung datang. Ini sama saja seperti membicarakan Mrs. Kelsie. Soalnya waktu itu ia pernah menanyakan pada teman sebangkunya yang namanya saja sudah lupa habisnya dia beberapa waktu yang lalu katanya pindah ke sekolah lain, pokoknya perempuan itu ya pokoknya, Levina bertanya kemana Mrs. Kelsie pada si perempuan itu. NAH, tak lama kemudian, orangnya langsung datang ke kelas. Tinggal berdoa saja semoga sebelum masuk ke kelas, mata Mrs. Kelsie tidak berkedut-kedut ataupun langsung bersin-bersin tidak jelas. Dan sekarangpun kejadiannya juga sama. Ya ampun, semoga matanya tidak berkedut-kedut aneh seperti yang dirasakan Mrs. Kelsie beberapa waktu yang lalu. Kepalanya langsung menoleh pada sang sumber suara, Madam—err—Hoochie (?) maksudnya, dan seketika Levina langsung terkaget sama penampilannya. Rambutnya putih
rada jabrik, mengingatkannya pada pacar sang kakak yang sekarang rambutnya
jabrik cuma tidak berwarna putih. Kalau rambutnya warna putih itu biasanya yang sudah tua. Ya ampun, ternyata di sekolah ini banyak sekali ya guru-guru yang sudah tua—maaf ya kalau menyinggung, cuma bercanda kok. Hehehe..
"Bagi yang tetap ingin melakukan praktik langsung, silahkan berdiri di sebelah salah satu sapu, lalu ulurkan tanganmu dan katakan 'Naik'," Madam Hoochie mulai berjalan mondar mandir melihat murid-muridnya akan mengikuti perintahnya, termasuk Levina sendiri. Iyap, Levina sudah berdiri disebelah salah satu sapu terbang yang sudah disiapkan oleh Madam Hoochie, dan tadi apa
sih perintahnya? OH IYA, katakan 'Naik!' supaya sapunya naik keatas. Baiklah, waktunya Levina coba saja, daripada banyak cingcongnya. Haha.. "Naiiiikk!" serunya, dan tidak ada efek sama sekali. Coba lagi. "Naiikk!" aquamarinenya menatap tajam sang sapu yang mulai melesat keatas, untung ada tangannya yang terulur untuk mengambil gagang sapunya. Benar
deh, sepertinya Levina sangat punya bakat untuk ikut bermain Quidditch, meskipun ia harus mengikutinya tahun depan. Buhuuuu—kenapa anak tahun pertama tidak boleh ikutan Quidditch
sih? Padahal ia ingin cepat bisa bergabung sama tim Quidditch-nya Gryffindor. Haha..
Oke oke, tunggu tahun depan..Kemudiaaaaaaaan, instruksi selanjutnya adalah Levina harus menghentakkan kakinya diatas tanah agar si sapu bisa melayang membawanya terbang dengan sapu yang ia pakai sekarang. Asiikkk—dengan sangat bersemangat ia langsung menaiki sapu dan ehh.. Lembut, seperti ada bantal? Oh iya, barusan Madam Hoochie tadi kalau tidak salah menyebutkan 'Mantra Bantal' ya? Hmm.. Mantra seperti apa ya itu? Nanti coba tanya ke seniornya mungkin, atau ke Profesor
Pelit-Wig juga bisa kan? Habisnya Levina penasaran sama Mantra Bantal itu—ah sudahlah, ini sedang pelajaran Terbang, bukan pelajaran Mantra. KEMBALI KE INSTRUKSI! Jadi Levina sudah naik sapu itu, kemudian harus menghentakkan kakinya agar bisa terbang satu meter saja. Err—err—agak takut sih sebenarnya. Cuma, coba saja. Kaki mungilnya langsung menghentakkan tanah yang telah ia injak dan.. LEVINA TERBANG, KAWAN-KAWAN! Iya betul, Levina terbang diatas sapu!
"Sekarang dorong sapu kalian dengan perlahan ke depan untuk maju, dan tarik ke belakang dengan perlahan untuk mengerem, tarik ke samping dengan tangan kalian agar sapu itu membelok, dan tekan ke bawah dengan lembut agar sapu itu turun dan luruskan kaki kalian untuk mendarat. Ikuti aku!" Na-ah. Levina mau mengikuti instruksinya lagi deh. Ia langsung mengikuti Madam Hoochie untuk mendorong sapunya kedepan. SUMPAH YA, DEMI JENGGOT MERLIN YANG SEPANJANG TEMBOK CHINA, pelajaran terbang ini sangaaaaaat menyenangkan. Ia terus mengikuti Madam Hoochie terbang mengelilingi lapangan. Setelah Madam Hoochie turun dari sapunya, ia malah tidak ikut turun dari sapunya. Astaga, Levina sangaaaaat suka pelajaran ini. Levina suka terbang, Levina suka Quidditch, Levina suka Madam Hoochie. Yeaaahhh..
Kau berlebihan, Lev.Labels: friends, hogwarts, kelas, levina, terbang