HYAHOOOOOO! Terbang itu menyenangkan. Setidaknya tidak membutuhkan sayap seperti burung-burung yang ikutan berkicau di angkasa sana, percaya tidak kalau mereka tadi mengajaknya untuk adu terbang bersama? Levina bukannya memang mengerti bahasa burung, hanya saja yang dipikirkan oleh sang gadis cilik itu waktu kawanan burung berciap-ciap disampingnya, Levina langsung mengira kalau mereka mengajak Levina terbang bersama. Wakakakakak.. Serius, tebang itu sangaaaaaat menyenangkan. Rasanya seperti.. Ya terbang tentu saja. Haaaaa—habisnya susah dijelaskan sih. Ya pokoknya intinya itu terbang itu menyenangkan. Levina yakin kok anak-anak yang lain banyak yang berpendapat sama seperti Levina.
"JAMMIE!" serunya penuh dengan semangat—semangat empat puluh lima
gitu loh—dengan tangannya masih memegang erat pada gagang sapu agar Levina tidak terjatuh seperti—
BUUGGHH!—Arya. LAH, Levina sebenarnya ingin tertawa keras melihat Arya jatuh dari sapunya—eh, apa matanya yang salah lihat ya? Ada kemungkinan rabun tidak sih? Ah entah juga sih, tapi untuk apa juga dipermasalahkan ya? Aaaah—Levina malah bingung sendiri sambil melayang-layang diatas dengan sapunya. Ah Jammie-nya sendiri sedang mengobrol sama Luke yang lebih memilih untuk duduk di tribun dibandingkan mengikuti kelas terbang. Sepertinya Luke memang tidak memiliki ketertarikan untuk bermain Quidditch, ya? Tapi kan Quidditch itu menyenangkan, iya bukan? Tapi, lagi, itu kan pilihan setiap anak juga. Ada yang mau ikutan kelas, ada yang lebih baik diam di tribun. Haaahh—kepalanya mendongak kearah langit biru jernih yang tertutup kapas putih yang bernama awan. Senangnya melihat langit dari atas—WOW, ada setitik cahaya diantara kumpulan awan-awan tersebut. Sepertinya sinar matahari sedang mencoba menembus permukaan awan ya.
Pemandangan yang keren. Kenapa jadi ingat sama Arshavin Windstroke yah?
Priiiit.Ah
ngaco saja deh Levina ini. Levina mau mendarat dulu saja. Soalnya tadi Madam Hoochie sudah membunyikan peluitnya sekencang mungkin. Setidaknya Madam Hoochie tidak sebrutal Signor Alfred—pengajar olahraga di sekolahnya yang katanya berasal dari Italia itu—yang badannya kekar mirip atlet angkat besi dunia itulah. Sayang, orangnya sedikit galak. Kalau telat sedikit dihukum, kalau ada yang melakukan kesalahan pasti ia selalu membunyikan peluitnya sekencang-kencangnya—meskipun anak itu ada didekatnya. AAAHH—sudahlah, ini di Hogwarts.
BINGO!—Madam Hoochie sekarang katanya mau menjelaskan tentang Quidditch. Yeah, Levina langsung mendekat kearah sang pengajar sambil memperhatikannya. Soalnya Levina juga sepertinya ingin—dan ini sudah dikatakan berapa kali ya?—masuk tim Quidditch tahun depan. EH—HUAAAAAAA—Levina mau itu! Levina mau menangkap Golden Snitch! Aquamarinenya langsung berkaca-kaca ketika melihat bola kecil bersayap yang katanya suka bergerak sangat cepat itu. Berkilau.. Huaaaaa—Levina mau main Quidditch, dan dia mau menangkap Snitch itu!
Wait a second, dia masuk tim mana?
OoC: Edited ^^a By the way, Levina mau jadi seeker juga :3Labels: friends, hogwarts, kelas, levina, terbang