Topi seleksi itu tahu asrama apa yang akan dihuninya nanti.
Topi seleksi yang kini ada diatas kepalanya pasti tahu.
Topi seleksi itu pasti akan meneriakkan—
"GRYFFINDOR!!"—asrama yang cocok untuknya—GRYFFINDOR!? Sungguh, Levina tidak percayaaaa sewaktu tadi topi kumal itu meneriakkan asrama yang katanya memiliki lambang singa dengan warna merah dan emas itu—informasi lagi dari Anno Montez loh!—itu berarti Levina akan tinggal di asrama itu selama.. Berapa tahun yah? Ah Levina sendiri lupa juga sebetulnya. Hahaha.. Habisnya katanya agak begitu lama juga Levina akan bersekolah di Hogwarts, begitu katanya Anno Montez yang diiyakan juga dengan kakaknya. Memang sih, mereka berdua dulunya juga bersekolah disini sih. Dan kebetulan juga katanya mereka berdua masuk asrama yang sama, yaitu Hufflepuff—iya tuh yang gambarnya musang dengan warna kuning dan perak itu tuuuhhh—yang letaknya dibawah tanah. Hiiyy—memangnya dibawah sana tidak menyeramkan? Eh iya, kan masih ada penerangan seperti obor segala macam kan? AH, katanya Anno kan para Gryffindor itu memiliki sifat pemberani dan berjiwa petualang, jadi tidak salah kan kalau nanti Levina berkeliaran disana?—asal jangan waktu jam malam soalnya nanti ketahuan sama Auror dan beberapa orang yang katanya akan berpatroli sepanjang malam itu. Tenang saja, Levina berjanji tidak akan keluar pada jam malam kecuali untuk beberapa hal tertentu yang mendesak—halah.
"YEAAHHH! TERIMA KASIH TOPI SELEKSI! YOU'RE ROCK!" katanya bersemangat ketika topi lusuh itu sudah terlepas sepenuhnya dari atas kepalanya. Senyuman ceria mengembang dari kedua sudut bibirnya yang tipis itu. Matanya sedari tadi mengerjap perlahan seperti bayi yang baru lahir—iya kan? Katanya para bayi itu tidak bisa mengedip secara refleks menggunakan otot.. Apalah itu Levina sendiri juga tidak tahu sih, soalnya kata-kata itu juga dicontek dari radio. Hihihi.. Sumber informasi sepanjang masanya Levina memang hanya ada di radio. Tapi sayang kalau disini katanya tidak bisa menggunakan alat-alat Muggle—eh jujur sih ya, Levina sendiri tidak mengerti kenapa ada orang diciptakan menjadi Muggle atau Half-blood apalagi Pureblood? Ada yang bisa menjelaskan tidak sih? Soalnya bagi Levina semua orang itu sama saja kan? Dan kenapa juga yang namanya Pureblood itu katanya membenci Muggle?
Sepertinya harus mengorek informasi dari pacar kakaknya itu deh. Hihihi..
[Meja Gryffindor]JAMMIE JUGA MASUK GRYFFINDOR, SAUDARA-SAUDARA! Ihihihi..
Langkah kakinya seolah berpacu cepat ketika mengetahui hal tersebut. Habisnya lucu juga sih kalau mereka ternyata satu asrama, satu kamar, kemudian satu kelas. BUKAN BERARTI MEREKA PACARAN LOH YA! Jijik deh kalau mendengar ada seorang perempuan berpacaran dengan perempuan pula, juga laki-laki yang berpacaran dengan laki-laki juga. Ah sebutannya apa yah? Levina pelupa yah memang? Pernah dibahas juga sih oleh—err, siapa sih namanya?—Jim Teddler yang rambutnya cepak itu loh—penyiar radio favoritnya. Kenapa Levina bisa tahu? Oh iya
dong, soalnya nih ya Jim Teddler pernah diundang ke rumahnya untuk diwawancara secara eksklusif oleh kakaknya. Soalnyaaaaa—penyiar paling ganteng di Capital Radio itu katanya menikah sama seorang model andalan majalah Playboy—lupa juga siapa namanya tapi yang jelas dia juga pernah diwawancara juga oleh kakaknya. Ah sudahlah, jangan membahas lagi tentang kakaknya dan pekerjaannya sekarang. Waktunya bersenang-senang! Bersenang-senang bersama para warga asrama Gryffindor yang kini akan menjadi keluarga barunya. Dirinya sekarang saja sudah duduk disamping Jammie yang sudah diseleksi sebelum Levina. Soalnya nama belakangnya Jammie berawalan dari huruf B, sementara Levina sendiri sih ya E. Berarti—B, C, D, E—B dengan E hanya dipisahkan oleh huruf C dan D saja.
Apa sih Lev, ada-ada saja"Bukan begitu, Jammie," —menyeruput jus labunya, enak loh!— "katanya pacarnya kakakku sih makanan seperti ini disiapkan peri rumah. Tapi katanya peri rumahnya tubuhnya pendek se—seberapa pendek ya?" tanya sendiri juga bingung. Ia kembali menyeruput jus labu dari piala yang dipakai untuk minumnya itu. Hei, bentuknya mirip seperti beberapa piala yang dimiliki oleh Dimitri yang dipajang di rumahnya. Bayangkan saja, saudara-saudara setanah Hogwarts Raya—ya ya sekarang ganti menjadi Hogwarts Raya karena ia sekarang berada di Hogwarts, hihihi—sebuah kamar yang isinya piala semuaaaa dan begitu banyak rak yang diatasnya ada semacam logam atau apa ada ukiran namanya—ah begitulah. Pialanya berjejer banyaaaak sekali. Apalagi sekarang disini pialanya berbentuk lebih kecil daripada piala yang ada di rumahnya Dimitri dan dipakai semua orang yang ada di Hogwarts. Berapa banyak ya? Pasti sangat banyak.
Ada seorang anak lagi yang menyapanya. "Sepertinya sih menyenangkan. Aku menyukainya kok. Kau sendiri? Eh iya—boleh kenalan kan? Levina Escarcega. Kau siapa?" cerocosnya seperti kereta yang melaju cepat diatas rel. Senang sekali nih Levina kalau ada yang mau berteman dengannya. Levina jamin ya di Gryffindor ini pasti akan banyak anak yang mau berteman dengannya. Tidak hanya yang satu angkatan dengannya, apalagi dengan para senior mungkin? Soalnya banyak yang bilang Levina itu anaknya gampang diajak berteman. Hihihi.. Terima kasih saja deh yang sudah pernah bilang seperti itu.
OoC: Interaksinya sama Jammie dan Alicia Madeleline x3Labels: aula besar, friends, gryffindor, hogwarts, kastil, levina