[Masih Meja Gryffindor ROCKS!]"Eh? BARUSAN MAKANANNYA MUNCUL DARI ATAS? KEREN!" Hayah, ternyata si Arya yang memiliki wajah India aca-aca itu masuk Gryffindor juga ya? Asyik! Banyak juga yah ternyata teman-teman yang Levina kenal sebelum di Hogwarts yang masuk asrama Gryffindor. Jammie iya, Arya juga iya, kemudian yang anak laki-laki berambut merah (Gene Oswald .red) juga masuk kesini juga—sesuaikan dengan warna rambutnya kali ya? Yang rambut merah masuk Gryffindor, yang rambut biru masuk Ravenclaw—halah, jangan
ngaco terus, Levina. Nah, Luke Helios ituuuuuu—menunjuk kearah meja Ravenclaw—masuk asrama elang biru perak itu. Iya juga sih, sikapnya yang sopan juga pembawaannya yang kalem—seperti Levina juga loh, tapi bohong!—dan sepertinya dia pintar juga yah? Oke oke, sekarang bahas tentang meja Gryffindor, oke? Tadi itu Arya barusan berteriak seperti orang yang baru diculik sama pesuruhnya Siapa-Itu-Namanya yang waktu di kereta tadi masuk secara terselubung ituuu.. "ARYA BERISIIIKKKK!!" teriaknya pada Arya dengan tatapan mau membacok Arya yang terlihat dari aquamarine-nya. WOGH, tenggorokannya mengering seketika sepertinya, makanya ia langsung menyeruput lagi jus labunya setelah berteriak tadi. JUS LABUNYA ENAK!—kau sudah bilang berapa kali, Levina?
dua kali kok, tenang saja."Welcome to Gryffindor! Aidan Linwood—Prefek tahun keenam," ujar laki-laki yang menjabat sebagai prefek itu. Ihihihi.. Kalau Levina boleh jujur sama senior Aidan Linwood ya, Levina mungkin akan bilang kalau dia adalah prefek paling tampan yang pernah ia temui sambil mencubit pipinya. Tapi yah apa daya kalau ternyata dia duduknya jauh dari Levina. Wakakakak.. Bercanda kok bercanda. Setidaknya laki-laki yang melayaninya di toko tongkat itu (Reno Bloomberg .red) masih kelihatan lebih tampan sih. Hihihi.. Sudahlah, Levina jangan berfantasi berlebihan seperti itu. "Salam kenal senior Linwood!—" belum juga selesai ia berseru kepada prefek itu, dianya malah berteriak,
"HEI! APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN DI TENGAH PESTA AWAL TAHUN AJARAN INI, EH?" kepada dua orang yang main tonjok-tonjokkan itu. Astagaaa—itu kan perbuatan yang tidak boleh dilakukan—itu perbuatan dosa, tahu! Ingin deh rasanya ada batu besar yang jatuh menimpuki mereka-mereka itu. Levina sendiri sih sebetulnya hanya cengo berat melihat kejadian itu. Ckckck.. Pokoknya jangan sampai Levina berbuat seperti itu—seperti yang dikatakan Dimitri kepadanya saat dirinya berangkat menuju Leaky Cauldron.
"Hai.. Kalian, salam kenal namaku Luvina, Luvina Rubielle Smidnight," sapa seorang anak perempuan yang sepertinya tertuju padanya dan yang lainnya. LUVINA!? Wakakakak.. Namanya hampir mirip sama Levina loh, saudara-saudara sebangsa setanah Hogwarts Raya! Bedanya hanya pada huruf E sama U saja kok. "Hai Luvina, namaku—hihihi—Levina Escarcega—nama kita hampir mirip yah, tapi salam kenal yaa!" Sebenarnya Levina tidak ingin menyebutkan nama panjangnya. Soalnya namanya terlalu panjang untuk sebuah perkenalan pertama kali. Bayangkan saja. Levina Illeane Vanessa Escàrcega. Panjang kan? Apalagi kalau misalnya dirinya adalah seorang bangsawan atau keturunan kerajaan. Pasti tambah panjang lagi tuh namanya. Iya tidak? Iyakan dong, saudara-saudara. Kemudian ada yang berkenalan lagi pada Luvina (Lhyeit A. Hylhymn .red). Levina juga mau sih berteman dengan laki-laki itu. "Eh, hai err—Lhi-ye-yit—ah namamu agak susah disebutkan. Kenalkan juga yah namaku Levina Escarcega!" ujarnya sambil menarik kedua sudut bibinya hingga membentuk sabitan yang lebar yang kini terpatri di wajahnya.
EHHH—tiba-tiba saja ada yang menyanyi diatas meja. Tidak sopan loh, apalagi yang sedang ma—ITU KAN YANG NGAMEN DI DIAGON ALLEY KAN!? Iya benar, senior—ahh siapa sih namanya?—mulai mengamen lagi diatas meja Gryffindor. Keren sih, cuma kan tidak sopan kalau diatas orang yang sedang makan—begitu katanya kakaknya dan Dimitri juga. WOH, pakai cium tangan Jammie segala. Hahaha.. Jammie pasti shock deh kalau dibegitukan oleh laki-laki itu. Penampilannya keren loh! Standing applause deh untuknya. Tiba-tiba orang itu sepertinya duduk disebelahnya dan menyapanya.
"Hei junior Escarcega, welcome to Gryffindor." "E—err—terima kasih untuk penyambutannya, senior. Kau memang keren!" Levina sampai lupa kalau ia pernah bertemu dengan seniornya ini sampai TIGA KALI sebelum pertemuannya disini. Jadi mungkin pantas saja seniornya ini tahu nama belakangnya. Hihihi..
"Hai, hai, anak kelas satu dan yang lainnya! Jangan lupa—tahun depan ikut uji coba Quidditch, oke?" ujar seorang perempuan yang sepertinya seniornya juga di Gryffindor. Quidditch ya—katanya Anno Montez itu permainan mirip juga seperti sepak bola tapi bedanya dimainkan tujuh orang dan diatas sapu pula! Eh benar kan? Cuma katanya bedanya lagi tidak memakai satu bola saja tapi sampai tiga bola! WEW—Levina sepertinya tertarik tuh sama yang namanya Quidditch. Ingin juga sih rasanya bermain permainan diatas sapu seperti itu. "Oke deh, senior. Tapi nanti ajarkan aku ya kalau aku kurang bisa!" serunya sambil melambai-lambaikan tangannya pada senior tersebut. Yah, soalnya sih ya, Levina juga pasti belum bisa memainkan sapu dengan benar. Levina kan bukan seperti anak lain yang barangkali sudah diajarkan naik sapu bersama orang tuanya. Kalau Levina sih ya—AAHHH—sudah cukup membahas orang tuanya. Levina memang agak sensi kalau membahas masalah keluarganya.
Sudah dulu ya, waktunya makan-makaaaan!
OoC: Interaksinya sama Arya Singh, Aidan Linwood, Luvina Smidnight, Lhyeit Hylhymn, Jose Dawne, sama Nazeline Windstroke xDDLabels: aula besar, friends, gryffindor, hogwarts, kastil, levina