Yeah—Levina akhirnya bisa menjelajah luar kastil Hogwarts kali ini, meskipun ini harus mengorbankan waktu pelajarannya. Hihihi.. Padahal sih aslinya Levina sudah berjanji pada Savana agar tidak membolos selama di Hogwarts, ke Dimdim juga sih. Cuma kan Dimdim orangnya tidak terlalu menuntut kan ya. Tidak seperti kakaknya yang terlalu memaksa. JAH—tidak apa-apa kan sekali-kali membolos pelajaran? Sejarah Sihir pula—yang katanya gurunya itu adalah hantu. Padahal kan kalau hantu itu lebih baik kembali ke surga saja kan yah. Daripada di dunia ini, kadang tidak ada gunanya—
Hei, kau mau dihantui didalam mimpimu, Lev?—IH, TIDAK KOK. Hantu itu sebenarnya menyeramkan. Tapi kalau katanya Anno sih, ada juga sih beberapa hantu yang menyenangkan. Contohnya nih ya, Nick Si Kepala Nyaris-Putus sama satu lagi namanya Peeves—cuma kalau yang itu belum pernah bertemu. Kalau sama hantu dengan kepala nyaris putus itu sih pernah bertemu waktu sehabis pesta awal tahun ajaran di ruang rekreasi Gryffindor.
Eh, tapi kok tidak kelihatan yah kalau kepalanya nyaris putus, seperti namanya?—
Astaga, Lev, dia itu hantu. Tidak seperti manusia yang akan kelihatan lukanya—Iya juga sih. Tapi tidak percaya ah—
Well, Lev, tanyakan saja sendiri pada orangnya—Memangnya hantu termasuk hitungan orang ya?—
Err..Terus tadi apa ya yang tiba-tiba bersambung membahas hantu? AH IYA, guru Sejarah Sihir. Sejarah itu adalah pelajaran yang sangaaaaaaaat membosankan bagi kebanyakan orang—termasuk Levina sendiri. Mr. Franklin katanya pernah bilang kalau sebenarnya pelajaran itu tidak membosankan asal bisa menikmatinya. Buh, itu kan Mr. Franklin, bukan Levina. Lain orang lain pendapat kan? Iya sih, Levina hanya suka kalau misalnya ada kunjungan ke museum yang penuh dengan sejarah, soalnya masa lampau itu unik. Ada dinosaurus, kemudian fosil Phycantropus Erectus, ah macam-macam deh pokoknya. Ah iya, kalau sejarah di Hogwarts bagaimana ya? TIDAK ADA KUNJUNGAN KE MUSEUM, ah sayang sekali. Iya sih, meskipun katanya kastil Hogwarts itu bersejarah, tetap saja kan tidak ada peninggalan seperti fosil atau apapun disini? Oh iya, terus katanya Anno nih, gurunya itu kalau sedang menerangkan bicaranya cepat. Lumayan mirip lah sama Mr. Franklin. Tapi kakaknya sendiri bilang, kalau guru Sejarah Sihirnya sedang mengajar, saking cepatnya ia malah ketiduran. Wakakakak—sampai segitunya.
Memangnya kau sendiri tidak pernah ketiduran saat pelajaran Mr. Franklin, hm, Lev?—Itu kan baru sekali saja, tidak sampai selama berapa tahun seperti Savana—
Pintar berbohong ya kau sekarang, Lev. Siapa yang mengajarimu berbohong, dear?—Kok tahu aku sedang berbohong sih?—
I'm your mastermind, Lev. Catat itu—Tapi kan aku sedang tidak membawa catatan—
Catat di otakmu, dong, dear—Oh, oke!
Tapi, bagaimana caranya mencatat didalam otak ya? Ah sudahlah. Levina soalnya sedang asik tidur-tiduran dihalaman. Seru loh. Eh tapi, Levina mendengar suara mirip seperti gebukan atau pukulan keras mungkin yang diperuntukkan kepada si pohon oak yang daunnya mulai berguguran—iyalah, kan sekarang sudah mulai awal musim gugur—tapi yang perlu kalian ketahui adalah ada banyak oknum yang mengharuskan Levina berteriak seperti:
HEY, KALIAN TIDAK TAHU ADA JAMMIE DIATAS SANA!!?—
Lev, dear, kecilkan sedikit suaramu itu—eh iya, oke deh. Iya disitu ada Jammie yang entah sedang berbuat apa, kemudian dibawahnya kalau tidak salah ada Luke Helios yang sedang membaca buku, Ravenclaw-ish. Itu siapapula yang sedang meninju pohon? Prefek Hufflepuff itu ya?—yang pernah mendatangi meja Slytherin waktu pesta awal tahun ajaran itu kan? Eh tapi percayakah kalian kalau disana ternyata ada si kakak ganteng yang pernah melayaninya di toko tongkat? HYAAAAAAA—Levina jadi ingin mendatangi meja itu kalau ada si kakak ganteng itu lagi. Hihihi.. Oh iya, prefek.. Hmm, yang Levina baru tahu hanyalah senior Linwood yang tak kalah gantengnya dengan si kakak ganteng Slytherin. Oke oke, kembali ke situasi dimana aquamarine Levina sedang menatap kejadian itu dari jarak.. Berapa yah? AHA!—sepuluh meter. Mereka gila, mau membunuh Jammie ya?
Memangnya kau mau apa kalau mereka membunuh sahabatmu itu, Lev? Membacok mereka dengan pisau mentega?—IDIH, KEJAM MINTA AMPUN ITU NAMANYA!
Labels: friends, halaman, hogwarts, levina