Na-ah. Pelajaran Transfigurasi. Sang gadis cilik ini melangkah dengan riang—bukan seperti cacing kepanasan loh—di area lantai lima. Levina tadi bangunnya kepagian, iyah, bayangkan saja tadi jam empat ia langsung terbangun dengan suksesnya hanya
gara-gara mendengar suara kucing mengeong seperti baru melihat hantu yang bergentayangan. BAH, kalau hantunya si Nick nyaris kepala putus sih harusnya tidak takut kali, kan sepertinya itu kucing sudah sering berada di asrama, kecuali kalau misalnya Sir Nicholas blablabla itu menunjukkan kepalanya yang hampir putus—aaaah ngeri tahu sebenarnya. Terus dia sampai tidak bisa tidur lagi. Menyebalkan sumpah. Biasanya saat-saat seperti itu dia suka langsung mendengarkan radio. Tapi sayang, Levina tidak membawa benda kesayangannya karena kata Savana di Hogwarts itu benda-benda muggle tidak akan berfungsi. AAH—Hogwarts kejam kejam kejaaaaamm!
(berdehem) Kembali ke topik ya, dear.Kelas Trans—
portasi—iya iya, yang benar itu Transfigurasi, iya kan? Yang mengajarnya pun
nenek sihir—bukaaaaaaaan, yang benar itu Profesor McGonagall, yang juga kepala asrama Gryffindor. Levina jadi ingat pertama kali Levina bertemu sama Profesor McGonagall sehabis menggunakan portkey untuk menuju aula depan Hogwarts. Eh sumpah loh ya, pertama kali melihatnya Levina pikir dia itu nenek sihir yang akan menyihir Levina jadi kucing hitam yang kerjaannya mengeong seperti tadi pagi. Haaahh—untungnya itu Profesor McGonagall. AH, mengingat itu, langkah kakinya makin dipercepat. Selain Levina takut terlambat lagi seperti pada waktu kelas Astronomi, Levina juga takut kalau ternyata dia diikuti oleh seorang kucing seperti tadi pagi lagi. Kan Levina takut telinganya sakit.
Hosh hosh hosh, sampai juga di kelas Transfigurasi. Gadis cilik yang terlihat sangat rapi dengan menggunakan jubah sekolahnya itu langsung mengambil
kursi kedua dari belakang di pojok kanan dan tidak membuka bukunya. Huahaha—maaf ya, Profesor McGonagall, soalnya Levina agak malas untuk mengambilnya lagi kedalam asrama, meskipun Nona Gemuk-nya baik juga sih. Dan lagipula, Levina kan tidak mau ketinggalan kelas satupun. Levina sudah janji sama kakaknya dan Dimitri agar tidak terlalu sering membolos kelas, ingat? Kalau kalian lupa sih ya, Levina juga sudah memberitahu kalian juga kan? Hihihi.. Wah iya, sepertinya kelas sudah mau dimulai, dan anak-anak mulai banyak yang datang ke kelas. HUWOH—jangan-jangan sama seperti waktu kelas astronomi lagi, yang anak-anak seangkatannya semua asrama bergabung didalam satu kelas. Jadi ramai deh kelasnya.
"Transfigurasi, adalah salah satu cabang ilmu sihir yang mempelajari cara mengubah wujud benda menjadi benda lain. Bisa mengubah dari benda mati menjadi benda hidup, ataupun sebaliknya, dan bisa mengubah wujud suatu benda mati menjadi benda mati lainnya, dan benda hidup menjadi benda hidup yang lainnya. Contoh sederhana, aku bisa mengubah diriku sendiri menjadi seekor kucing,"Astaga-naga-ular-tangga-panjangnya-bukan-kepalaaanngg, kucing lagi kucing lagi. Apa jangan-jangan hari ini adalah hari kucing sedunia? Levina hanya bisa merasa.. Campur aduk ketika Profesor McGonagall sudah kembali menjadi manusia. Antara takut, kagum, sama yang lain-lainnya. Pokoknya yang dua itu sangat mendominasi perasaannya saat ini. Ya habisnya kan Levina takut kalau kucing-yang-ternyata-Profesor-McGonagall itu mengeong keras lagi seperti tadi pagi. Aaahh—untung perkenalan tadi cepat berlalu. Hahaha.. EH IYA, tongkat sihir. Levina langsung mengambil tongkat sihirnya yang ia simpan dibalik jubah sekolahnya. Tongkat sihirnya itu—yang dari kakak
ganteng. Hyaaaaa—sudahlah Levina. Waktunya belajar, bukan fangirling seperti tadi. Manik aquamarine-nya langsung mendelik kearah tissue yang ada dihadapannya. Oke, tadi mantra apa sih? Kipas-angin-dan-pergi? Hooo—Fandango maksudnya. Coba saja dululah.
"Fandango!" serunya lantang dan tegas seperti yang dicontohkan oleh Profesor McGonagall tadi, dan—TARAAAAAAA—tissuenya benar-benar berubah, kawan-kawan seHogwarts raya! Warnanya tidak lagi putih, melainkan cokelat perkamen. Permukaannya tak lagi lembut, melainkan agak keras seperti perkamen. Berhasil, berhasil, berhasil, HORE!
1 Apa Levina langsung saja menyerahkan hasil transfigurasinya kepada Profesor McGonagall ya? Kenapa tidak menjadi miliknya saja? Lumayan, tahu, untuk persediaan perkamen di tas selempangnya. Hahaha..
OoC: 1credit untuk Dora The Explorer =))Labels: hogwarts, kastil, kelas, levina, transfigurasi