HIAH—hari ini ada pelajaran Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, singkatnya PTIH. Tidak seperti yang anak-anak lain lakukan pada malam hari sebelum tidur, Levina membaca buku teori PTIH dengan malas-malasan. Habisnya bagaimana yah? Aslinya, Levina tidak suka membaca buku sama sekali. Kecuali kalau sudah mendengarkan lagu atau radio, itu bisa juga. Kecuali lagi kalau dirinya sedang
mood-moodan untuk belajar. Bisa lain lagi ceritanya.
Sambil menyantap sandwich salad yang kini ada ditangannya—salahkan para peri rumah yang tidak menyediakan
patatas bravas, oke?—Levina segera melangkah dari Aula Besar menuju lantai dua. Haaahh—untung tidak harus gempar-gempor naik ke lantai yang paling atas, soalnya kaki Levina yang sebelah lagi agak sakit. Ceritanya begini, tadi pagi ituuuu Levina kan baru bangun dari tempat tidurnya. Tapi entah apa yang saat itu diinjaknya, langsung membuatnya tidak bisa mengatur keseimbangan dirinya—halah. Yah begitulah, langsung terpeleset dan jatuh saja. BRUKK!—begitulah bunyinya—jah, apa sih Levinaaaa? Untung tidak sampai gegar otak. Kalau sampai begitu, Levina juga bisa berabe. Apalagi dengan teman-teman seangkatannya. Nanti dia lupa
dong kalau sahabat baiknya adalah Jammie, seniornya yang punya tampang paling mesum adalah senior Dawne (maaf ya, senior, tapi memang begitu menurut Levina. Hehe), kemudian kepala asramanya adalah Profesor McGonagall, dan yang lain-lainnya.
Levina seperti orang pincang, kawan-kawan. Jalannya terseok-seok begitu.
Semoga orang lain tidak menyadarinya
deh yah.
Na-ah. Sudah sampai. Levina langsung celingak-celinguk kesana kemari, berharap tidak ada satu orangpun yang melihat cara jalannya yang aneh itu. Levina janji, habis dari kelas PTIH ini, Levina akan langsung pergi ke Hospital Wings—bertemu dengan Madam Pomfrey dan mengeluhkan tentang kakinya yang keseleo. Janji
deh janjiiiii! Oh iya, kalian tahu apa yang terjadi sekarang tidak? Levina ternyata datang yang paling dahulu. Hihi.. Padahal Levina bukan tipe anak yang rajin seperti anak Ravenclaw loh! Yah, itu juga kan sebetulnya hanya kebetulan saja. Iya lah, kebetulan saja hari ini Levina datang tidak terlambat. "Pagi, Profesor!" serunya riang ketika menemui sang pengajar yang berpakaian serba pink
ngejreng tralala trilili jreng jreng. Kenapa tidak pakai warna yang lebih hangat saja, seperti orange mungkin? Kan hari ini sedang dingin-dinginnya juga. Eh tapi, bicara tentang orange, Levina jadi ingat teman seasramanya yang berambut coklat orange yang namanya Twyla
itu loh!
"Pagi, Anak-anak! Namaku Madeline Simms, aku adalah pengajar Pertahanan terhadap Ilmu Hitam kalian yang sekarang. Kalian harus disiplin bila belajar denganku, karena taruhannya adalah poin asrama."Profesor Simms bicara begitu seolah itu bukan beban baginya. Iya juga sih, kalau tidak salah Profesor Simms itu pengajar tidak tetap disini—Levina tidak enak nih
ngomongnya harus seperti apa. Jadinya ya apa adanya saja. Oke, lanjut.
"Ya, Pertahanan terhadap Ilmu Hitam adalah pelajaran di mana kalian memahami teori dan menerapkannya dalam praktek sehari-hari untuk mengantisipasi atau menanggulangi adanya hal-hal yang tidak diinginkan; ilmu hitam. Sekarang ini kita akan belajar mengenai konsep Pertahanan terhadap Ilmu Hitam. Buka buku kalian pada indeksnya!" buku yang kini ada diatas mejanya langsung terbuka dengan sendirinya. Yah, padahal baru saja Levina mau membuka bukunya, malah keduluan sama ayunan tongkat sihir sang profesor. Iya iya, ini juga Levina sedang melihat-lihat halamannya. Banyak tulisannya, kawan-kawan. Jangan paksa Levina untuk membaca semuanya sehari penuh,
deh, kalau kalian tidak mau melihat Levina mati sengsara (berlebihan
banget yah?) pokoknya intinya begitulah.
"Kau!""EH—IYA, PROFESOR!" Yang ditanya padahal bukan Levina loh. Tapi teman di sebelahnya, Lancelot Waldstein. Sorry yah, Profesor, biasa kelepasan si Levina itu. Hosh hosh hosh, sepertinya Lance dapat menjawabnya dengan baik yah. Oke, sekarang apa? Essay?
Oke, akan Levina kerjakan secepat mungkin!
Essay Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam 1981 – 1982 Oleh : Levina Illeane Escárcega Gryffindor, Murid Tahun Pertama Sekolah Sihir Hogwarts
I. Pengenalan terhadap Ilmu Hitam
Ilmu Hitam merupakan suatu cabang dari ilmu sihir yang biasanya tujuannya lebih condong untuk perbuatan yang jahat dan berbahaya. Misalkan saja, menyiksa seseorang atau mungkin mempengaruhi seseorang untuk berbuat kejahatan. Sejauh ini beberapa dari jenis ilmu hitam telah memiliki penangkalnya, namun juga masih ada jenis ilmu hitam lain yang sampai saat belum ditemukan cara-cara untuk menangkalnya. Kemudian, selain memiliki kekurangan yang cukup berakibat fatal, ilmu hitam juga sebetulnya memiliki keuntungan untuk perlindungan diri meskipun itu juga dapat berakibat fatal dan tidak dapat ditolerir.
II. Jenis-jenis Ilmu Hitam
1. Benda-benda Ilmu Hitam. Ilmu Hitam memiliki benda-benda yang diketahui memiliki semacam kekuatan untuk mempengaruhi sang pemilik untuk melakukan kejahatan. Biasanya benda-benda ilmu hitam tersebut bersifat langka, terlarang (tentu saja), dan kemudian dijual di Knockturn Alley yang aku sendiri tidak tahu tempatnya dimana. Contoh benda ilmu hitam tersebut : Tangan Kemuliaan, Kalung Kutukan, Lilin Beracun, dsb.
2. Ramuan Ilmu Hitam. Ramuan yang tergolong Ramuan Ilmu Hitam biasanya cara membuatnya cukup sulit, atau bahkan sangat mudah, dan juga bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatannya tersebut menggunakan bahan-bahan yang langka. Contoh ramuan ilmu hitam tersebut : Amortentia dan Polijus.
3. Makhluk-makhluk Ilmu Hitam. Makhluk-makhluk Ilmu Hitam biasanya merupakan makhluk yang jarang sekali ditemukan dan kuno. Mereka memiliki pertahanan dan daya serang yang cukup luar biasa. Biasanya mereka muncul sebagai pertanda-tanda seperti adanya kematian dan bencana serta memunculkan rasa takut bagi siapapun yang melihatnya. Ada beberapa dari makhluk hitam yang juga telah mendapatkan pengawasan sehingga mereka menjadi jinak. Contoh makhluk ilmu hitam :
• Banshee (makhluk wanita berkulit pucat dan berambut panjang menjuntai yang dianggap pembawa kematian) • Boggart (makhluk yang bisa berubah bentuk menjadi seperti apa yang kita takutkan) • Dementor (makhluk mirip seprai yang aku temui di Hogwarts Express yang suka menghisap memori kebahagiaan setiap orang) • Gryndillow (makhluk air berwarna hijau pucat dan mempunyai kuku yang bisa mencengkram kuat) • Inferi (semacam boneka tapi mirip manusia, biasanya suka dikendalikan hiihh ngeri) • Kappa (makhluk boncel yang mirip perpaduan kodok – monyet yang suka ada di cerita-cerita orang Jepang) • Red Cap (makhluk yang suka berpindah tempat untuk mencari mangsanya) • Vampire (makhluk penghisap darah) • Werewolf (makhluk setengah manusia setengah serigala, atau singkatnya manusia serigala).
4. Mantra-mantra Ilmu Hitam. Mantra-mantra yang dirapalkan adalah terlarang dan akan membawa malapetaka bagi siapapun yang menjadi objeknya. Selalu dipelajari oleh para penyihir jahat, biasanya efeknya bisa sampai kematian. Hanya orang-orang yang tertarik pada ilmu hitam saja akan mempelajari mantra-mantra itu. Contohnya : Tiga Kutukan-Tak-Termaafkan (Crucio, Imperio, Avada Kedavra)
III. Penutup
Ilmu Hitam memang banyak sekali macamnya bahkan sampai membuat tanganku gempor tak karuan menulisnya. Namun, yang menentukan apakah ilmu hitam itu berbahaya maupun tidak, itupun diri kita sendiri. Kita bisa mengatakan ilmu hitam memang berbahaya, itupun tergantung penggunanya itu sendiri. Contohnya saja Kau-Tahu-Siapa dan Pelahap Maut yang mempelajari ilmu hitam dengan tujuan yang tidak baik, kita bisa sebut itu sangat berbahaya. Sementara Auror yang menggunakan ilmu hitam demi keselamatan dan keamanan dunia sihir, bisa kita sebut itu tidak membahayakan karena tujuannya yang sangat bertolak belakang dengan tujuan Kau-Tahu-Siapa dan Pelahap Maut itu. Intinya semua tergantung para pengguna itu sendiri. |
Haaaahh—tangan Levina pegal sumpah. Semoga saja tidak terkilir seperti kakinya yang masih terasa sakit. Levina langsung berjalan menuju meja guru dan menyerahkan lembar esai itu kepada Profesor Simms. Wah, sepertinya dia sedang kerasukan setan rajin nih—padahal tidak biasanya ia begini. Mengerjakan essay waktu dulu saja baru setengahnya sudah lelah tak karuan. "Eh, Lance, essaynya sudah apa belum nih?" tanyanya iseng sambil melirik kertas perkamennya yang terisi dengan tulisan-tulisannya sekarang.
OoC: Duduk dan interaksi dikit sama Lance xDD Info essay diambil dari Blog Topi SD dan essay milik Arietta Ragnavald di kelas PTIH term lalu. Oh ya, anggep ajah tulisannya Levina—seperti biasa—pake font Sue Ellen Francisco yah :)Labels: friends, hogwarts, kastil, kelas, levina, PTIH